Cover Lagu Kembang Malati Versi Terompet Sunda Tebahan Bangreng


 “Kembang Malati adalah salah satu lagu Sunda yang belakangan kembali naik daun, terutama di kalangan pecinta musik tradisional yang dikemas ulang dengan gaya modern. Salah satu versi yang paling menarik perhatian adalah cover Kembang Malati versi terompet Sunda dengan tebah bangreng, yang menghadirkan nuansa baru namun tetap mempertahankan identitas budaya Sunda yang kuat.

Perpaduan Nuansa Klasik dan Energi Bangreng

Bangreng dikenal sebagai salah satu gaya musik khas Sunda yang memiliki ritme cepat, enerjik, dan identik dengan suasana ceria. Saat teknik tebahan bangreng dipadukan dengan terompet Sunda, tercipta warna suara yang unik: tajam, melengking indah, namun tetap lembut saat memainkan nada-nada lirih khas Kembang Malati.

Alunan terompet membuka suasana seolah membawa pendengar ke tengah pesta rakyat, diiringi tepakan ritmis yang membuat kaki ingin ikut bergerak.

Karakter Khas Terompet Sunda

Berbeda dari terompet pada umumnya, terompet Sunda (tarompet) memiliki teknik permainan yang sangat khas, mulai dari penjarian, ngosok, hingga nangis—efek lengkingan yang membuat melodi terasa hidup. Dalam cover Kembang Malati ini, teknik-teknik tersebut digunakan untuk menonjolkan bagian-bagian emosional sekaligus mempertahankan dinamika lagu.

Suara terompet yang tebal dan sedikit “serak” menambah karakter kuat pada aransemen bangreng, menciptakan pengalaman mendengar yang berbeda dari versi vokalnya.

Sentuhan Modern dalam Aransemen Tradisional

Cover ini tidak hanya mengutamakan kesan tradisional, tetapi juga memberi sentuhan modern dalam mixing dan pengolahan suara. Hasilnya adalah komposisi yang lebih bersih, rapi, namun masih membawa nuansa panggung bajidoran, kuda renggong, hingga pertunjukan reak yang biasa ditemui di daerah Jawa Barat.

Tidak sedikit yang menyebut bahwa versi ini lebih “nendang” dan membuat lagu Kembang Malati terasa lebih segar dan mudah diterima generasi muda.

Mengapa Versi Ini Disukai Banyak Orang?

Beberapa alasan mengapa cover Kembang Malati versi terompet Sunda tebah bangreng sangat diminati:

  • Easy listening — meski instrumen tradisional, aransemennya terasa modern.

  • Enerjik dan ceria — cocok untuk hiburan, acara adat, bahkan konten TikTok.

  • Identitas Sunda yang kuat — tetap mempertahankan nafas budaya lokal.

  • Unik dan berbeda — jarang ada cover terompet yang menyajikan kualitas dan rasa musik seperti ini.

Post a Comment

0 Comments

/* popup adblock */